20101219

Emansipasi sebuah benci

pongah sudah aku berlari di sisir naluri
mencari mana satu sebenarnya yang aku mahu erti
pergi, ataukah mendampingi saat kalut meribut
terhidupkah dengan memori enggan kabut
terkadang benci terkadang sangsi
bertanya lagi dan lagi sama sang nyawa

sanggupkah? sanggupkah? sanggupkah?

berulang dalam mimpi menjadi misteri
siapa tahu kalau dibiar kelu mungkin akhirnya membeku
seperti asin laut getar ke alur menjadi hambar

sanggupkah? sanggupkah? sanggupkah?

dengan lensa imaginasi melayang dalam angan petang
dan akhirnya aku pulang
tiada yang hilang, cuma sayang.

No comments:

Post a Comment