20090618

aku yang rindu

apa khabar bangsaku
sayup suara kau lagukan bernada sayu
apa berita gembira dicanang hanya palsu
gembar-gembur anakmu menjadi wira melayu
apa semua hanya tokong batu
sekadar gah untuk sejeda waktu
lalu dikubur di dalam kuil berdebu

dari intaian rindu aku menatap
redup wajahmu mamanggil ratap
pada belikat cita-cita yang ranap
dipendam mimpi menjadi misteri
menjelma karutan mistik nan ngeri

tamadun menua tanpa jiwa
ruhmu koma dalam dakapan masa
tinggal jasad kosong tiada makna
keris sakti sekadar pusaka
tersisip rapi tiada gunanya

pundak mu tegak tak mampu berpencak
wajahmu mu segak tingkahmu tidak bijak
suara mu lunak lagumu tidak enak
ke mana gah keramat dicampak
mengapa sumpah tidak ditebak

gemiring air matamu tak terseka
mengapa dibiar laknat menyiksa
sedang kau punya asa dan daya
menyeru pulang ruhmu nan mulia

pangku wajahmu nan layu
tak ke puncak ratapmu itu
andai ayun langkah tidak menyatu

bangsaku
teriakmu biar gentar beribu batu
khidmatmu biar ke segenap benua bertamu
namun jangan buru disaba nafsu
rebahkan pada pedoman yang satu

apa khabar bangsaku
sekalung doa dari aku yang rindu
moga senyum hadir pada seraut wajah itu.

-kiambang-
1237am 18062008
melbourne

1 comment: