Tuhan, dalam sedar aku ingkar. Berkhayalkan kayangan saat langkah tempang dipersimpangan. Keluh kesah dalam hujan rahmat Mu yang mencurah… Mata yang ada, ku pandang lelah hamparan hidayah. Rakus ku damba nikmat dunia memperhamba, Oh alangkah hina. Lari aku saat Kau mampiri. Pabila tersaruk langkah berduri, baru Engkau ku cari. Saban aku menagih simpati dan dimengerti sedang pengertian itu dari mu Ilahi, Pencipta segala di langit dan di bumi. Tuhan, aku khianati diri. Membiar taubat tertunda lewat… Mendekat nafsu yang melaknat. Tidak aku terdaya melawan melainkan dengan kekuatan dari Mu Tuhan… Aku pohon Oh Tuhan, seagung keampunan… aku yang dipersimpangan, antara kemahuan dan ketaatan… antara syaitan dan iman. Tuhan, esok yang samar ku nanti tak sabar, sedang mungkin di senja ini maut menyambar. Ku nanti masa yang terindah untuk kembali sujud menyembah, sedang masa itu, milikMu ya Allah… Tuhan, aku lelah pada setapak langkah yang baru mula… Aku tewas pada madah pujangga bersandiwara...