Skip to main content

Posts

Showing posts with the label cinta

To Erthe

A promise was made here to a man thousands miles yonder my monotonous ode to him goes unsung in the wind A handful of hopes is hard to cope A brimming love fits like a glove Head and heart finally concurred These hands shall eventually join I chose him, for the same reason Luna chooses Erthe, and stays O thee, my centre of gravity A Divine decreed, oh! what a wonder! Accept me in darkness, see me clearer I shall be around, till heaven asunder. ................................................... My nerves are all jittery My eyes are watery Oh! Am I crying or indeed laughing Is this not what I've been wanting

The Day I Thought I Liked You (Love in Laugh and Loo)

The day I thought I liked you All the tweak and twist at the corner of your face seemed like a smile to me The actual profuse smiles of yours, were like stars that rained upon me Your eyes twinkled like glitters from a fairy’s wand, waving sending me spinning in a galaxy of a romantic hope Hope and belief, that I liked you The day I thought I liked you Your laughter sounded like rhythm of the ocean waves Full of energy from an orgy of the marine life dancing in carousel at the deep of your soul Your boisterous mirth in the loudness of a masculine voice tickled me like a mermaid’s hand carousing a harp made of wind howl then I laughed with you and thought I really liked you The day I thought I liked you Your sorrow was painful but beautiful Every crack in your voice when you spoke of your sadness was like the thumping sound of an angry angel’s singing, sending a throbbing shock to my heart, grasping with ...

Pesan Emak

kini engkau dah anak dara pandai sudah bermain cinta ingatlah engkau akan agama nafsu tak kalah kaulah binasa kalau ada yang tertarik hati jangan pandai berjanji sendiri bawa ke sini nak 'interview' lagi bolehkah mengimam 5 kali sehari kalau engkau sudah bersuami pandai-pandailah jaga 'body' sebaik mana pun orang laki mahu dia yang layak dipuji sungguh lidah lagikan tergigit jangan sampai tercabut gigi sungguh amarah datang menghimpit jangan sampai saling membenci sungguh engkau mengaji tinggi haruslah ke dapur kerap sekali sungguh berkat air tangan isteri suami lekat tak cari ganti kalaupun berumah sebesar agam sampah menimbun boleh tenggelam bawa-bawalah bercucuk tanam jaga kebersihan luar dan dalam kalaupun dunia bergunung ganang selalu dicangkul menjadi ladang kalaupun punya bertimbun wang harus tahu belanja ditimbang kalau sudah beranak pinak jangan ke bibik dilepas semua memanglah lelah menjadi emak namun anak amanah Yg Esa ...

Puing

aku bersaksi tidak runtuh kota ini angkara hujan sepurnama tidak rapuh rangkanya dibakar matahari menggila di luar duga, sekunjungan taufan dalam lena yang terlalu nyaman saat kota indah ini ku pagar impian rebah sedaerah menyembah tanah... aduhai... lemah kaki ini melangkah lelah nyawa ini berserah namun jika aku punya usia dan jika di kota ini masih ada setia aku berjanji dengan nama sebuah kota yang pernah bercahaya sepahan reca batu bata itu pantas 'kan ku kutip semula lantas 'kan ku bina sepenuh daya beralas derita sejengkal masa kerna, di sela-sela renyai hujan airmata masih ada... tiang harap masih berdiri sasa :: aku tidak pernah tahu, aku begini orangnya... hahaa ::

Isteri

Buatmu isteri Keluhmu bagai onar seni Menari di sisir belahan hati Dalam halus bahasa suci Membekam aku ke rapuh nurani Aku yang tidak erti Akan cemburu mu tak kenal tepi Akan cintamu yg terlalu misteri Kau isteri Pada kudrat ini aku bersaksi Hanya kau mentari di dasar hati Isteriku Masa lalu itu memang begitu Bertamu pada sela waktu Pada tika yang kita tak mahu Lalu dengarkan suara jiwa Aku lagukan dengan nada cinta Pada usia begini Jenuh sudah ranjau ditinjau Jauh sudah langkah bertingkah Pelbagai sudah negeri ditelusuri Panjang sudah hikayat tuk dikenang Lalu pada usia begini Tiadalah yang lebih bererti Melainkan adanya kau di sisi Wahai isteri. :: Balik hari tu, banyak sangat dengar kisah rumah tangga dan poligami... eh, apa kaitan?::

O' Star

I wish to speak to the star That glistens the journey so far And makes the distance ajar And blares a hope that was so yare But the muddy sky is too high For me to glimpse and pry If only the star could try Look down to the earth and say hi I'm standing and spinning in groove My trembling feet won't move It's my soul who reproves the goodbye Just a hello, must I cry? Dear star, return to me a smile 10000 miles and 12 hours No sight no sound whatsoever What's left? It's a heart that wonders and whispers "Would things get any better than yesterdays that full of troubles?" Dear star, If it takes forever Forever is my endeavour. kiambang 09052010

Kias Timbal 2

*Pantun ini sudah aku tulis sekian lama... Baru tersedar belum pernah disiarkan di sini... Bintang nan jauh nampak gemilang Kejora nan mampir nampak bayang Menatang jenuh kasih berdulang Bicara dizahir tertampak sayang Awan berima mengendong nyawa Lata gembira tertanda lautnya Rawan sukma dilindung tawa Mata bersuara tiada sahutnya Kalau teguh langkah bertapak Sudah ku tambat bahtera armada Kalau ampuh sumpah ditebak Sudah ku ubat derita kekanda Bukan indah meraut duri Berbirat luka mengulit jari Bukan mudah menyahut pergi Sarat di jiwa sakit ke mari Kalau sumur taatkan biduanda Terbadai gugat raja berkuasa Kalau subur hasrat kekanda Ku gadai hayat hingga binasa. Andai ada kata terpateri Kuikat dengan simpulan mati Andai tiba apa dinanti Kutaat dengan sepenuh hati

Jadi itu apa?

Bapa beritahu sama aku apa itu cinta pabila bonda yang kau puja separuh nyawa di masa mudanya kau persia demi perempuan berkebaya ranggi bersanggul tinggi beritahu sama aku apa itu cinta pabila marah mu menjadi senjata tiada lagi belai mesra mahupun pujuk kata herdik mu membinasa segala indah yang pernah terbina Ibu beritahu sama aku apa itu cinta pabila anak yang kau kandung sembilan bulan di biar bergelimpangan di sisir jalan menjadi mayat kekeringan beritahu sama aku apa itu cinta pabila indah rupa lentik lenggang mu kau tadah puja kau mohon damba rimbunan harta ke sana kemari menjulang nama sedang setiamu pada keluarga payah terbela Kekasih beritahu sama aku apa itu cinta pabila janjimu untuk menjaga sedang rakusmu meratah tubuh dara pujuk rayu untuk setia menjadi ladang nafsu berajalela kau bicara tentang esok yang sempurna sedang hari ini kau menjadi binasa beritahu sama aku apa itu cinta yang selalu kau lagukan untuk si dia sedang hatimu tahu...

Dermaga

Di situ dermaga sekilas jelas tampak jauh seiras panas tak menyuluh masih tangguh tuk disentuh jambat rapuh tuk ditempuh detak jantung membilang nyawa detak jiwa mengurai tanya pencak belikat lumpuh kudrat pencak azimat tak berhikmat masih... masih... masih... menatap dermaga masih... masih... masih... mengharap tiba telusur dengan segala ada endah peduli rugi laba hanya...hanya...hanya tongkatnya seruas percaya akan suara sang pujangga payungnya rimbunan doa akan pemilik segala kuasa sarungnya selayar sapa selimut dingin dua jiwa Di situ dermaga bukan muara labuh cinta Di situ dermaga sumpah bahtera layar dimula... kiambang 10012010

Kias Timbal

Pipit teruna bermimpi panjang Mimpinya langsung dibawa siang Tiadalah guna menjadi enggang Sayapnya agung tak bisa terbang Di balik tabir mengasah belati Belati rasa nan hampir mati Biar ke akhir terus menanti Asalkan tidak binasa hati Kalau diajar meraut bilah Diraut galah seligi armada Bukan dibiar bertepuk sebelah Sayap nan patah bunyinya tiada Kalau pun sudah gunung dipaut Pipit mahu menagih ribut Kalau pun mudah hati menyahut Belum tentu kasih bersambut Pipit berbedak berbayang serindit Berpegang kasih menelan arang Mahu dan tidak berkalang himpit Enggang masih jalannya seorang

antara aku dan matahari

hari ini, aku bertembung dengan matahari sungguh indah wajah berseri-seri padanya, sebaris senyum ku beri lalu ku tanya khabarnya pelangi si matahari terhenti senyumnya tiba-tiba mati dan tiada jawab diberi lalu sekali lagi, aku bertanya... "hei matahari apa khabar pelangi?" lembut, bahuku dipaut pandangan kami bertaut lalu matahari mula menyahut "aku datang padamu, dinginmu ku selimut... dan cahaya ku kau sambut... tapi mengapa.. mengapa pelangi yang sering kau sebut..??? sedang datangnya selepas ribut, juga dia memerlukan aku untuk berpaut" pada seraut wajah matahari ku renungi rasa bersalah mula memenuhi namun aku reda sendiri lalu bicara ku lagi... "hei matahari, bukankah kau bagiku selalu di sisi? bukankah, kau akan sering kembali? bukankah pabila kau pergi, aku menyeru kau kembali?" "hei matahari, aku tidak perlu bertanya tentang dirimu kerana kau selalu ada kerana sinar mu tidak akan reda... sedang pelangi, da...

Aduhai Cinta

Bila cinta bersuara Kesukma ditanya Kemana harus dibawa Hati yang berbunga Kuncup kembangnya menjadi rahsia Aduhai cinta... Bukan manusia menentukan letaknya Bukan pandangan menentukan gerangan Bukan keramat menentukan saat Bukan sukma menentukan tema Aduhai cinta... Bila ke tuhan disandarkan cerita Bila ke tuhan direbahkan rahsia Hujungnya tiada kecewa Bertemu jua kumbang dan bunga Menjalin cinta di lembayung Yang Esa Aduhai cinta... Kasih bukan sekadar nama Cinta bukan sekadar suara Hanya yang mengerti bisa dimengertikan. -kiambang- 04022009 :: puisi ini adalah sejambak hadiah perkahiwinan untuk seorang teman.. moga beliau bahagia melayari alam rumah tangganya~

Ketukan

Diketuk kamar hati.... Dari jendela rasa Ku intai wajah tamu Kamu rupanya Mengapa kamu datang? Hadirmu tiada aku undang Aku larikan renung Dari wajah kamu yang mendung Tidak aku tidak, mahu memandang Tapi mengapa? Mengapa di hati wajah terbayang? Diketuk kamar hati... Tidak aku tidak, buka pintunya lagi Kerana bersama kamu, tiada hadir pasti Bahawa seruang kecil hati ini Bisa kamu miliki. -kiambang- 06082008 :: Sebuah puisi lama, ketemu dalam nota...