Skip to main content

Posts

Showing posts with the label kecewa

Eucalyptus; A ghost.

In the deep dark of the dead dawn A forest of grief has grown Rest in rage, a corpse of Eucalyptus slow dancing in a hiatus The moon up so high in the sky hides his eyes away behind lashes of a shameful decay refuses to see how her body sways The riot rhythmic moves of her stained feet mopping the floor of the rooted, tangled deceit the dusty ashes of her lost sanity appeals for a fleet I remember how she opens her eyes when she cries Trying to roll back the tears forming a lake beneath her bosoms Her white porcelain skin benumbed by the gloom of doom Her torn red frolic dress falls revealing her sanctum; a heart as hollow as a phantom I remember her crooked brown brows as her emotion frowns, with arms hugging her disowned broken boughs thick black blood runs from her mind to her chin and she grins as she mouths the word 'sin'. She dances to direction of the ocean of tears and blood of the ancient mourners She sinks deeper as she cries...

Gila kamu manusia!

berjalan jenuh langkah rapuh tawa pun membunuh aku di sini dengan secangkir kopi dingin kurang gula kurang rasa menghendap manusia dari balik jendela kamar separuh usia di celah rakusnya asmara setetes setia pun tidak ada diamukan bait cinta bertebaran rembesan dusta berlari dengan langkah mati setempat ke mana pun tak pergi mencuba menggapai rasa terlupa hati itu tiada apa rasa yang masih bersisa apa manusia hanya nyawa berkelana di bawah purnama mata buta, tongkat pula tiada deria maha dusta, minda hanya gila hah! keluh sesesat kembara kita ini sebenarnya apa debunga ditari pawana berterbangan entah ke mana atau sejenazah kiambang di telaga kontang belakang agam usang rata-rata terus merayap ingin terbang tak punya sayap bukanlah bengap tapi langitnya terlalu rapat meranap lalu akal pun terperap sememangnya, akhirnya... bodoh sanggap bodoh segenap! kata dengan rima di balik jendela menyundal bahasa adab bicara bukan aku mempersenda manusia sedang aku tidak tahu manusia itu ap...

hiatus

did you know, it was dark really really dark a pitch black darkness until I lifted my head up and I saw it, I saw the light have you tried? looking up? if you haven't I think you should try then you'll know that in this life there is something called hope. until then, hiatus.

Puing

aku bersaksi tidak runtuh kota ini angkara hujan sepurnama tidak rapuh rangkanya dibakar matahari menggila di luar duga, sekunjungan taufan dalam lena yang terlalu nyaman saat kota indah ini ku pagar impian rebah sedaerah menyembah tanah... aduhai... lemah kaki ini melangkah lelah nyawa ini berserah namun jika aku punya usia dan jika di kota ini masih ada setia aku berjanji dengan nama sebuah kota yang pernah bercahaya sepahan reca batu bata itu pantas 'kan ku kutip semula lantas 'kan ku bina sepenuh daya beralas derita sejengkal masa kerna, di sela-sela renyai hujan airmata masih ada... tiang harap masih berdiri sasa :: aku tidak pernah tahu, aku begini orangnya... hahaa ::

Puisi Kecewa

Keriuk ayam jantan Tidak membangunkan sebuah kematian Jiwa yang mabuk Sudah sebu dengan jeritan Laung tengking pada labirin Redam dihanyut mimpi Semalam sebelum subuh Di atas ambal lusuh Terbaring sekujur tubuh Segunung asa telah terbunuh Bening. Nyaring denting tetap hening Gemiring air mata melebat Taufan naluri amuk nian, gila nian Mana sapu tangan mengusap air mata ini Mana gerangan membujuk hati Bisa onar sabda-sabda cinta Karam di dasar nurani Tiada jampi bisa melarik lagi Beku mestika hati Tiada tergurat saktinya mentari Semu daya dunia Sudah tiada mampu diteguk lagi Indah ukir kencana Hanya pada rupa bukan jiwa Sumur digali terbitnya api Mana dahaga bisa dilampias Syaitan dan malaikat bergilir datang menyaba Menyulam janji dengan benang benci Iseng sendiri, tiada siapa saksi. -kiambang- 20051008 :: kekecewaan itu datang tanpa diundang... lebih ngeri lagi benci, bila datangnya tanpa sebab yang pasti.. cuma yang nyata sekali... hati dapat merasakan.. betapa.. kecewanya jiwa~

Rahsia Sang Pari-Pari

Jangan pernah tanyakan makna Kerna bicara ini sebuah rahsia Tentang suatu jiwa... Yang sudah tidak punya rasa, tidak punya cinta, tidak punya apa-apa.. tidak punya segala.. Kecuali sebingkis suka duka yang tersisa di cerok jiwa yang disumpah sang masa Ini rahsia sang pari-pari... Mungkin kamu manusia.. sampai bila pun tidak bisa mengerti Aku sang pari-pari Yang kamu seru saat kamu sesat dan hilang, Aku pasti datang...Menghulur sayang mengheret pulang Yang kamu seru saat mata mu degil tidak mahu buka menghadap nyata Kerna kantuk mu lebih punya kuasa Aku pasti datang..Temani kamu sampai kamu rasa lega dan punya tenaga Dan di saat matamu tegar berjaga enggan lena lantaran jiwa diamuk sengsara Aku riba sengsara kamu lalu dodoikan lagu cinta.. Maka tenang kamu lelap mengulit lena Aku sang pari-pari Yang kamu cari saat jiwa kamu diamuk derita diribut resah Saat malam-malam kamu hitam kelam lagi sepi tanpa mimpi-mimpi indah Saat lewat hari kamu merasa sendiri dan tidak punya siapa-siapa di si...

Janji itu tiada

kebasahan dirimbuni hujan langkah panjang bagai tak kesampaian Jauh nan jauh dari pandang bersiur rasa bersimpang derita semalam nan jauh terasa dekat esok nan dekat terasa jauh aduhai hati yang luka merana engkau di redup senja apa kejadahnya lamunan duka kau mensia-siakan manusia mentari semakin dalam tenggelam ditelan malam selimutilah kisah semalam jangan hati diamuk suram bayang nan hitam kabutilah sebuah silam mentari sudah hilang yang tinggal hanya malam kecundangan dek kecurangan biar terkafan dalam kenangan kemegahan juga temui kehancuran apa disanjung cerita mereka kan mereka rasai semua Oh diri.. jangan dinanti esok nan tak pasti jangan dirobek semua janji janji hanya membunuh diri dan manusia pastinya mati... -kiambang- 030408 :: kenangan itu sememangnya kekal sifatnya.. tetapi harusnya tidak terus memburu hidup, sebaliknya mengajar erti hari esok~